Breaking News

PADI PUTIAH PAPANAI DAN CABAI KUHAY VARIETAS LOKAL PADANG PARIAMAN


PADI PUTIAH PAPANAI DAN CABAI KUHAY VARIETAS LOKAL PADANG PARIAMAN

Lubuak Alung. Plasma nutfah merupakan koleksi sumber daya genetik berupa keanekaragaman tumbuhan, hewan atau jasad renik untuk tujuan yang luas. Plasma nutfah sangat penting untuk dapat memuliakan tanaman, membentuk kultivar atau ras baru, dengan demikian maka plasma nutfah harus dikelola secara tepat sehingga dari plasma nutfah tersebut dilakukan pemuliaan agar dapat mengembangkan kultivar-kultivar unggul.

Salah satu kekayaan sumber daya genetik yang ada di kabupaten Padang Pariaman adalah Benih padi varietas Putiah Papanai di Kelompok Tani Saiyo nagari Aie tajun Kec. Lubuak Aluang dan cabe varietas Kuhay yang di kembangkan oleh Nagari sungai Sariak kecamatan VII Koto.

Agar plasma nutfah tersebut tidak diambil oleh daerah lain, maka Dinas Pertanian kabupaten Padang Pariaman bekerjasama dengan BPTP dan BPSB melakukan pemurnian untuk tanaman padi varietas Putiah Papanai, serta identifikasi karakterisasi pada tanaman cabe 

varietas Kuhay. Acara penanaman padi dalam rangka permunian varietas dihadiri langsung oleh Bapak Yurisman, SP. MM Kepala Dinas Pertanian Padang Pariaman dan Petugas BPSB, sedangkan dari BPTP diwakili oleh Bapak Ir. Syahrul Zen yang merupakan peneliti senior sekaligus sebagai pemulia  terhadap pemurnian varietas Padi Putiah Papanai dan tanaman cabe varietas Kuhay, Jumat (29/3)

Dalam arahannya, Yurisman menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPTP yang telah membantu melakukan identifikasi karakterisasi serta penyiapan dokumen dalam rangka pelepasan varietas.

Pada kesempatan yang sama Ir. Syahrul Zen diminta untuk memberikan arahannya dalam rangka Pemurnian padi Putiah Papanai, "Kekayaan keragaman genetik yang dimiliki Padang Pariaman tidak dimiliki oleh kabupaten lain, agar kekayaan SDG itu tidak diambil oleh orang lain maka harus di daftarkan ke Pusat Perlindungan dan Pelepasan Varietas Tanaman  Kementerian Pertanian, sebelum dilakukan penanaman secara luas maka harus dilakukan pengujian-pengujian terlebih dahulu, selama ini sudah dilakukan 2 kali pengujian,  potensi hasil dari padi varietas Putiah papanai sekitar 7.3 ton/ha, umurnya sekitar 130-135 hari,  selain diuji di Padang Pariaman,  juga di uji di BBB Padi Sukamandi, dari hasil pengujian disukamandi varietas ini tahan terhadap penyakit blast, wereng coklat, agak tahan terhadap penyakit tunggro, Ungkap Mak U begitu ia biasa di sapa, selanjutnya ia juga menambahkan bahwa Keunggulan paling menonjol dari varietas ini adalah daya tahannya terhadap penyakit tungro lebih baik dibandingkan varietas yang beredar. Jika dilihat dari hasil pengamatan mutu fisik beras lebih baik dari IR 42, apabila diberi rekomendasi pemupukan yang optimum kemudian kombinasikan dengan  penambahan teknologi budidaya maka produksi bisa lebih tinggi (HG).

 



BACA JUGA

2. Padi Tadah Hujan dan Berumur Genjah

Lahan sawah tadah hujan dengan luas 1.4 juta ha merupakan lumbung padi kedua setelah lahan irigasi bagi Indonesia. Pengertian lahan sawah tadah hujan adalah lahan yang memiliki pematang namun....


7. Penyerahan Bantuan Alsintan APBD Tahun 2019

Hari ini tanggal 19 September 2019 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dilakukan penyerahan bantuan Alsintan Handtraktor sebanyak 12 unit yang diserahkan secara simbolis oleh Bapak Bupati....